Senin, 26 Januari 2015



Aku yang Harus Menjaga Kehormatan Ku Sendiri
MAYA HASIBUAN

            Maaf jika tulisan saya ini membuat teman-teman, kakak-kak, ibu-ibu, tante-tante nenek-nenek dan seluruh wanita yang ada di muka bumi ini. Bukan maksud saja untuk menjas seseorang, disini saya hanya ingin mengajak seluruh wanita diman pun berada untuk mulai erlomba-lomba mendapatkan cinta ALLAH yang begitu besar. Saya sendiri bukanlah seorang wnita yang baik ata pun yang soleha, tapi disini kita sama-sama belajar untuk memperbaiki diri menjadi wanita yang sholeha dan membuat bidadari-bidadari syurga cemburu kepada kita.
            Ketika gue sedang berbelanja nemeni kakak gue ke pasar untuk membeli keperluan dia untuk memasak kue, ya seperti biasa kakak gue tu deliverynya ibu-ibu pengajian di kompleks perumahan kita. Ya kali ni dia dapat orderan pesanan kue buat acara pengajian di dekat rumah. Dia bingung mau minta tolong sama sapa, akhirnya dia minta tolong sama saya. Ya dengan senang hati gue nemeni dia meski pun di dalam hati gue sebenarnya membrontak tak mau ikut, abis cuaca hari ini panas banget, kalau keluar rumah taakud hitam.. Ya udah gelantur aja ceritanya. Yuk kembali ke pasar tadi.  Setelh di pasar saya lihat banyak ibu-ibu, apak-bapak, yang muda, tua, dan bahkan anak-anak juga berjualan di pasar, gak capek apa teriak-teriak. Salut sama semangat mereka.
            Gue benar-benar gak tahan di pasar tu, da panas, bau, sumpek lagi. Gue sudah bilang ma kakak untuk cepat-cepat pulang, eh si kakak malah asyik tawar-menawar dengan si penjual. Akhirnya untuk ngilangin bosan dan bête gue di pasar gua keluar aja ke jalan raya pasar, ya tentu atas izin kakak gue juga.
            Gue duduk di bawah poho cemara yang kecil di dekat parkiran yang tak jauh dari pintu gerbang pasar. Aku duduk ditemani satu botol minuman yang dingin untuk menghilangkan rasa haus ku sejenak. Sambil mengipas-ngipas rambut ku yang mulai acakan. Saat itu aku melihat ke satu titi tempat yaitu dimana aku melihat seorang gadis yang sedang diganggu dan digodain oleh laki-laki yang tak tau sopan santun alias brengsekla. Aku melihat mereka memegang tangnny serta merayunya sehingga perempuan itu tidak bias lewat. Aku lihat perempuan itu sedang memakai pakaian yang waduh mungkin bias dibilang pakaian adiknya kali ya, dan tanpa jilbb yang menutupi rambutnya, sama si seperti aku yang belum siap menutup rambutku dengan jilbab. Rasanya ingin aku menolong perempuan itu, tapi aku tak ada nyali, aku hanya berdo semoga ALLAH melindunginya dari laki-laki jahat itu.
            Sejenak aku tersentak, ketika kakak ku mengejutkan ku..”Ayo,mikirin apa??” Taya kakak ku pada ku.”Itu kaka, tadi aku melihat ada seorang perempuan yang sedang digodain sama gerombolan laki-laki jahat. Emang si perempuan itu tidak memakai pakaian yang sopan. Rencana tadi aku mau nolongin dia, tapi gak ada nyali.”.Jawab ku.
“Nah,,menurut kamu sapa yang salah? Perempuan itu atau sekelopok laki-laki?”.Tanya kakak ku bali. “Yang salah tentu laki-laki yang jahat itu kak, ngapain coba mereka pake godain perempuan tadi, kan dia tidak mengganggu mereka”. Balas ku. “Memang kelompotan laki-laki itu salah, tapi yag lebih salah lagi yaitu si perempuannya”.Jelas kakak ku pada ku. “Lo..kok si perempuan yang salah?”.Tanya ku balik. ”Karena si perempuan itu tidak menjaga dirinya sendiri, bagaimana orang mau menjaganya”. Jawab kakak ku. “Maksudnya apa si kak?”.Tanya ku lagi. “Maksud dia tidak menjaga dirinya yaitu, dia mengumbar-ngumar auratnya kepada orang-orang yang bukan muhrimnya. Ia tidak memakai jilbab dan pakaiannya mini dan ketat pula, gimana ia tdak digodain, Apalai yang godain dia itu komplotan laki-laki yang jauh dari ALLAH, tentu semakin muda setan membujuk mereka mengganggu wanita itu”.Jelas kakak ku pada ku.”Dek, kita sebagai seorang perempuan harus pintar menjaga diri, kita arus menjaga pakaian kita, apa lagi ketika keluar rumah. Bukan kah kita sudah di perintahkan oleh ALLAH SWT dalam Al-Quran Surah An-Nur Ayat 31
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (٣٠) وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الإرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٣١ - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-nur-ayat-23-31.html#sthash.IJQbuCWt.dpuf
Yang artinya : Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya


Dan Surah Al-Ahzab ayat 59 :
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمً
Artinya yaitu : Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Nah,,masih mau kita mengingarinya, itu perinta ALLAH yang tedapat dalam Al-Quran lo, Allah itu saying sama kita dek,khusnya untuk kita seoang perempuan ,buktinya ALLAH itu menjaga kita sampai-sampai ada dalam kitab kita lo. Kan Al-Quran pedoman hidup kita, maka kita laksanakan perintah ALLAH yang ada di dalamnya. Kakak berharap setelah kejadian ini adek mau memutuskan untuk menggunakan jilbab, ya belajar demi mendapatkan cinta ALLAH”.Jelas kakak ku pada ku.  “Iya kak, aku akan mulai belajar menjadi wanita yang soleha sesuai perintah ALLAH”. Jelasku. “Alhamdulillah,,semua itu butuh proses sayang,semoga malaikat mencatat niat baik mu”. Tambah kakak ku. “Amin ya rabbal’alamin”. Jelas ku.
            Kawan, berubah menjadi lebih baik itu memang tidak lah mudah, tpi kalau bukan sekarang kapan kita akan memulai suatu kebaikan. Bukan karena kita memakai jilbab dan menutup aurat membuat kita tidak cantik, tidak menarik, atau mngkin menakkudkan. Dengan kita memakai jilbab menutup aurat dengan benar ALLAH akan selalu menjaga kita terutama menjaga kita dari orang-rang yang ingin melakukan tindakan buruk. Jangan salahkan laki-laki yang jahat, jangan salahkan laki-laki yang bajingan, dan jangan salahkan laki-laki yang tidak sopan. Tapi tanyakan pada diri kita sendiri, kenapa mereka sampai melakukan tindakan seperti iu pada kita..Yuk perbanyak mohon ampun pada-NYA serta intopeksi diri.
            Mulailah memperbaiki diri, dan ingat kita harus meluruskan niat kita untuk menjadi wanita yang dicintai-NYA. Niat kita karna Allah semata, bukan yang lain. Yuk kita sama-sama belajar memperbaiki diri, mencari ilmu akan keistimewaan seorang wanita yang menutup auratya dengan benar. Ingat kita diperintahkan untuk menutup aurat bukan membungkus. Hehehehe..
Janggan sampai sebelum kita menutup aurat kita, yang ada malah orang yang menutup aurat kita,,,ya pasti teman-teman tau sendiri la,,,HEHEHEHEHEH
SEKIAN!!!!!

Kamis, 15 Januari 2015

Ketika keinginan kita, harapan kita, mimpi kita tidak terwujud..bukan berarti kita lemah,kita tidak hebat, atau bukan berarti kita tidak mampu...
Hanya saja kita sdng diuji oleh Allah apkah dengan tidk terwujudnya impian kit, kita bisa ikhlas, bisa tawakal, bisa bangkit...???
Karena jika hal yg mudh saja kita sdh terpuruk,,bagaimana jika kita diuji dgn sesuatu hal yg besar oleh-NYA????
Untuk itu mari kita bangkit,,,bungkin saya dengan impian kita yg stu tidak tercapai,,,tetapi ALLAH telah menyiapkan penggantinya yg mungkin jauh lebih baik dri ini

Tetap berdoa dan berusaha,,,semua DIA yg yg mentukannya...

Ya ALLAH,,,,aku yakin rencanamu pasti indah,,,dan aku yakin,,pasti setelah ini ada hal yg baik yg bsa aq dapatkan.,dan itu pasti lkbh baik lagi


Jumat, 26 Desember 2014


Kerinduan Seorang Putri di Kampung Orang
Pernah dibukukan dalam lomba Menulis Buku Ontologi oleh AE Publish Malang 2014

Oleh : Desi Isra Maya Sari Hasibuan
Jumat, 28 November 2014

Ibu, taukah kau malam ini sepertinya enggan bersahabat dengan ku. Mengapa tidak?? Karena malam ini Sang Kuasa menurunkan rahmat-Nya ke bumi berupa air hujan yang penuh berkah untuk semua makhluk di bumi. Tapi, bagi ku malam ini terasa seperti berada di ruangan kosong yang gelap bu, tak ada satu pun cahaya yang meneranginya. Begitu pula dengan perasaan ku pada saat ini bu, tanpa adanya dirimu di samping ku disaat ku sedang membutuhkan hangatnya pelukanmu. Taukah kau Ibu, saat ini putri kecil mu sedang merindukan mu, merindukan pelukanmu, merindukan suaramu, merindukan omelanmu, tak ada satu pun yang tak ku rindu dari dirimu. Ibu andai saja jarak yang memisahkan kita tidaklah sejauh mata ini memandang mu, pastilah ku selalu ada di sampingmu.
Ibu, aku tak tahu apa yang terjadi pada ku jika tanpa pengorbananmu. Mungkin aku tidaklah seperti sekarang ini yang bisa hidup berkecukupan, memiliki pendidikan, dan merasakan yang namanya teknologi. Ibu, sunggu besar pengorbananmu pada ku, mulai dari kau harus mengandung ku selama 9 bulan, melahirkan ku, merawat ku, bahkan membesarkan sampai sekarang ini. Bukan hanya itu, pasti dirimu juga merasakan yang namanya sakitnya mengandung, sakitnya melahirkan ku dan sakitnya membesarkan ku, tapi kau tak pernah mengeluh, yang ada kau menjalani semuanya dengan senyuman, dengan cinta, dan dengan kasih sayang yang begitu tulus pada ku. Bila aku menangis, dengan sabar kau mendiamkan ku, jika aku nakal, pasti kau juga sabar untum mendidik dan membimbing ku.
Ibu, mungkin sampai sekarang aku belum bisa membalas jasa mu, dan sepertinya itu adalah hal yang mustahil bagi ku. Kenapa tidak, karena jangankan untuk membalas jasamu, yang ada sampai sekarang aku selalu saja menyusahkanmu. Aku yang selalu membuat pikiranmu bertambah, karena keinginan ku yang terlalu banyak dan sebenarnya keinginan itu tidak begitu penting untuk ku, tapi yang ada kau malah menuruti semua kemauan ku. Ibu, maaf kan putri mu yang selalu membuat mu sedih, yang selalu membuatmu gelisah di kejauhan sana yang mungkin terkadang kau tak bisa tidur dikarenakan memikirkan diriku yang jauh dari dirimu.
Ibu, mungkin melalui surat ini lah aku bisa menyurahkan isi hati ku pada mu. Aku tak tau harus berbuat apa lagi untuk membalas jasa mu atau mungkin sekedar membuat mu bahagia saja sudah membuat ku senang. Ibu izinkan putri mu ini selalu membuatmu tersenyum, membuat mu bangga karena telah memiliki putri seperti aku. Ibu aku sangat-sangat sayang pada mu. Andai saja ada kata-kata ungkapan sayang ku pada mu selain kata-kata ini, pastilah kata-kata itu hanya aku berikan padamu seorang. Ibu, semoga di sana Allah selalu memberikan kesehatan kepadamu, di berikan kekuatan, kesabaran dalam membina putri mu ini ya. Dan doakan juga putri mu yang sedang di kota orang ini segera mencapai kesuksesannya. Aku berjanji pada diriku sendiri, tak kan pernah ku membuat mu menangis lagi dank u pastikan senyum mu kan selalu terpancar di wajah mu, karena aku mencintaimu karena Allah.

                                                                              Dari : Putri yang Selalu Merindukanmu